Irfansyah, warga Kampung Melayu Besar Tebet, nyang gawe di perusahaan developer Tanggerang en punye rumah disono juga, nyeritain pengalaman traveling doi. Ceritenye panjang banget, ini seri ke 7 (terakhir) dari 7 serial kisah doi. Kire2 kayak gini niy ceritenye:
Johor Bahru-Batam-Jakarta, Kamis 9 Oktober 2008, perjalanan tugas, sambil wiskul.
Pukul 06.15 waktu setempat, di kamar hotel New York – Johor Bahru. Bangun pagi rada kaget merasa kesiangan tapi badan rasanya fresh karena tadi malam istirahat yang paling sukses a.k.a paling nyenyak. Tapi bangun pagi paling siang selama perjalanan neech.. he.. he. Disempatkan bikin kopi by coffee maker di kamar hotel. Kopinya merk kopi jantan versi sachet buatan Malaysia punya, Cing. Mandi, subuhan en beberes dech.
Pukul 07.15 langsung turun Bo, ke Coffee House New York hotel ini di ground floor untuk breakfast. Menunya khas hotel bintang 4 di Malaysia en Singapura. Entah kenapa, perasaan gw ruang yang namanya Coffee House ini gayanya mirip-mirip semua, misalnya di hotel First World di Genting Highland M’sia, hotel Crowne Prince Orchard (sekarang hotel Park Orchard namanya) S’pore, dll. Hampir semua miripnya… tipikal: gaya en pakaian steward, penataan en jenis menu, suasana en interiornya. Menu perteloran lengkap dari omellete dadar, rebus, ceplok. Buah pepaya, melon, semangka kuning. Nasi lemak beserta lauk pernik2. Ada juga bubur plus roti en kue: croisant, tawar, roti surban (cane). Juicenya atau tepatnya sirup juicenya tetap 2 macam, orange en melon.
07.50 Ion guide kita kasih info kalau jam 8 kita beranjak segera ke Stulang Laut, itu pelabuhan ferry internasional Johor, termasuk dermaga ferry yang ke Batam juga. Bye-bye New York hotel.
Sekitar 15 menit sudah sampai di Stulang Laut. Untuk ukuran pelabuhan termasuk bersih… laa yau. Setelah tunggu konfirmasi tiket, checkpoint imigrasi, akhirnya menunggu di lounge engga sampai 1 jam.
09.05 Ada pengumuman masuk ke ferry dech. Lumayan ngantri dulu.
09.15 Sudah duduk manis di ferry en langsung terlihat view sebelah kiri adalah laut lepas dengan background jembatan woodlands M’sia-S’pore.
09.40 waktu Johor Bahru, ferry lepas tandas… eh lepas landas goes to Batam.
11.15 atau jam 10.15 WIB tiba di Pelabuhan Ferry Internasional – Batam Center. Walk in via antrian imigrasi kira-kira 15 menit.
Secara temen-temen gw masih ada nyang mo dicari di Batam ini, bus jemputan ke Nagoya dulu. Ke toko pakaian dsb seperti Milan, Angel en Diana collection… dech. Menunggu rombongan belanja, gw koordinasi dulu ke kantor pusat melaporkan progress kerjaan sambil ngopi tiam di kedai deket-deket situ.
Dilanjutkan makan siang en sholat di Saung Sunda Sawargi, restoran masakan Sunda yang mengemas masakannya dalam wadah dan dekor buat para turis. Kalo rasa mah, boljug nech… boleh juga, apalagi ayam keremesnya. Juara dah!
Abis itu, berlanjut singgah di Nagoya Hill, mal baru terletak antara Nagoya dan i-hotel.
15.30 Langsung ke airport Hang Nadim, check-check barang sebelum check in en nunggu di lounge. Pesawat Batavia take off jam 18.00 dan sampai airport Cengkareng jam 19.35.
Selamat berjumpa lagi Jakarta… Bo. Selesai, friend… laporan pandangan mata kite.
THE END.
Oleh: naive7 | 6 Desember 2008
Kegiatan, Wiskul dan Tugas (7) – The End
Ditulis dalam Tak Berkategori | Kaitkata: Batam, breakfast, ferry, imigrasi, internasional, jakarta, jb, jodoh, Johor Bahru, kopi tiam, Kuliner, lounge, menu, nagoya, new york hotel, sarapan, seaport, singapore, singapura, stulang laut, Tanpa Kategori, Travelling.Wisata Kuliner., tugas kerja, wisata, Wisata Kuliner, wiskul, woodlands



![Framing #2 - Drottningholms slott/Drottningholm Palace (UNESCO World Heritage) [Explore First Page, THANK YOU] Framing #2 - Drottningholms slott/Drottningholm Palace (UNESCO World Heritage) [Explore First Page, THANK YOU]](http://static.flickr.com/7102/7204258846_3843eb8ecb_t.jpg)






Komentar Terakhir