Oleh: naive7 | 17 Agustus 2009

Merdeka 17 Agustus 2009

Setelah berbulan-bulan blog ini tidak tersentuh, akhirnya tergugah lagi menuliskan kata-kata, khususnya mengingat di hari ini 64 tahun yang lalu, proklamasi RI dibacakan oleh Bung Karno didampingi Bung Hatta.
Lakon nyang muncul: Bang Naip, sang tukang ojek motor nyang berpikiran moderat. Sederhana, naif tapi komunikasinye asertif.
Trend diwaktu sekarang adalah Merdeka dari rasa was-was, Merdeka dari ketidakpastian, Merdeka dari kemiskinan, Merdeka dari gangguan negara (tetangga) lain.
Rasa was-was karena gembong teroris di Indonesia belum tertangkap. Paradoks kalau mengingat teroris berakar dari ajaran Islam. Sementara ramadhan 2009 tinggal 5 hari lagi. Apalagi, kalau bukan harapan yang ada, untuk Merdeka dari rasa was-was gangguan teroris sebelum, pada dan sesudah Ramadhan?
Sementara, kabinet SBY per bln Oktober 2009 masih 2 bulan lagi. Masih sangsikah kita terhadap ketidakpastian dan kemiskinan di negara kita? Merdeka lah kita dari ketidakpastian, dari kemiskinan hal-hal apa saja.
Merdeka! Indonesia 2009! Amiin..
Begitu harapan bang Naip, semoga begitu juga harapan kite bersame.


Kategori

%d blogger menyukai ini: