Oleh: naive7 | 24 Januari 2013

Comments: Musik Jazz Indonesia Masih Sebatas Menghibur

Treasury Of Jazz

Marilah kita sejenak menengok kembali ke satu pendapat yang ditulis nyaris tiga tahun yang lalu (tahun 2008. – RED). Judulnya “Musik Jazz Indonesia Masih Sebatas Menghibur.” Lumayan menarik untuk disimak. Menarik untuk dibahas oleh tim redaksi Jazz Kaltim (JK). Simak saja berikut:

Selasa, 5 Pebruari 2008 21:50 WIB.
Jakarta (ANTARA News) – Pengamat musik Denny Sakrie mengungkapkan, di masa datang musik jazz di Indonesia akan tetap eksis meski sesungguhnya bukan genre jazz yang apresiatif, melainkan jazz yang “menghibur”. “Kalaupun jazz tetap eksis di permukaan, maka bisa dipastikan yang menyeruak bukan genre jazz yang apresiatif, melainkan jazz yang menghibur. Lihatlah merebaknya fenomena jazz lounge maupun nu jazz yang merupakan perpanjangan dari acid jazz pada era sebelumnya,” ujar Denny dalam acara Media Workshop tentang Jazz di Jakarta, Selasa.
JK: Untuk era sekarang, dapat kita perhatikan Yovie Widianto fusion yang tampil pada JJF 2010, lebih kental sweet pop nya walaupun mencoba memasukkan ritme JAZZ ala Bob James.

bob james courtesy music-selectionsdotcom

Penyanyi Afghan, Vidi Aldiano, yang mencoba-coba cengkok JAZZ dalam mengalunkan nada suaranya. Grup yang digandrungi anak muda sekarang, RAN, yang lebih memasukkan unsur disco, funky dan groovy nya.

Denny mengatakan kini bermunculan banyak grup band yang beraliran new soul, funk, dan acid jazz seperti Ecoutez, Maliq n d`Essentials, Parkdrive, dan Soulvibe. Musik mereka yang enak didengar dan ringan ternyata mendapat tanggapan positif di kalangan penyuka jazz dan bahkan diterima dengan baik oleh penggemar pop. “Anak-anak muda memang sedang menggandrungi musik mereka. Mungkin kalau mendengar musik itu mereka merasa lebih `fun`, bisa membuat tubuh bergoyang, dan bahkan dianggap gaul. Padahal jazz bukan seperti itu,” katanya.
JK: Simak Riza Arshad dan grup,

riza arshad and jane monheit

Ari gitaris fusion ala 80an sang dokter bedah Tompi, Indra Aziz (Aziz Quintet),

Indra Azis

David Manuhutu

david manuhutu

dan grup, Tohpati & Friends, soloist Shandy Sondoro,

sandy sondoro

Jazz Tomorrow People Ensemble dengan ritme groovy,

Tomorrow People Ensemble

Parkdrive yang memadukan JAZZ dengan bebunyian masa kini,

Park Drive

Bobb Quartet beraliran “berat” hard bob,

BOBB PROJECT: donny sundjoyo "JAZZ bassist" & titi sjuman "sweet lady JAZZ drummer

Rieka Roslan & Ali Akbar mantan The Groove berkolaborasi dengan Aksan Sjuman di Ngayog-JAZZ,

wong aksan sjuman n titi sjuman

Barry Likumahuwa Project aliran JAZZ rock,

Idang Rasyidi & friends

s

senior JAZZer bang Idang Rasjidi dengan grup Special Funk Projectnya. Membuat soul JAZZy dan tubuh bergoyang-goyang happy.

Sementara itu musisi jazz Indra Lesmana mengatakan musik jazz yang kental nuansa new soul atau funk tersebut sesungguhnya bukan masuk genre jazz. “Itu bukan jazz, mereka tidak punya latar belakang musik jazz. Mereka biasanya musisi pop yang mendengarkan jazz sehingga jenis musik yang dimainkan akan terdengar berbeda juga,” katanya.

titi sjuman "drummer JAZZ cantik"

Senada dengan Denny, Indra mengatakan aliran musik band-band baru tersebut memang diakui sangat mudah diterima masyarakat, namun sekaligus membuat masyarakat terjebak pada pengertian yang salah terhadap musik jazz. “Musik mereka jauh sekali dari musik jazz, spirit eksplorasi dalam musiknya memang dekat dengan jazz, tetapi mereka melahirkan rithm-rithm baru yang sebenarnya bukan jazz. Eksplorasinya itu sendiri lebih ke soul dan funk,” ujar Indra.
JK: No comment! Sudah disebutkan.

titi sjuman "sexy JAZZ drummer"

Saat disinggung tentang perkembangan musik jazz Indonesia di tahun-tahun mendatang, Indra mengatakan sejumlah musisi-musisi muda yang “setia” pada musik jazz masih ada, seperti misalnya Indra Aziz. Musisi-musisi muda ini belajar musik jazz dengan serius dan melahirkan karya-karya yang baru dan berkarakter.
“Musik semacam itu suatu saat akan mencapai titik kulminasi dan ditinggalkan, nanti akan ada tren baru lagi yang menggantikan. Sebab pada dasarnya musik tidak bisa dipisahkand dari industri musik, yang selalu mencari sesuatu yang baru,” demikian ujar Denny, menambahkan Indra.(*)


Responses

  1. Lalu apakah yang menjadi ciri dari musik jazz itu sendiri?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: